Lemon Tea Hangat untuk Hati yang Sedih

Pohon-pohon di sepanjang jalan melambaikan tangannya kepadaku. Angin malam bertiup pelan, menemaniku menuju kosan dari kampus. Cerahnya malam terlihat gelap olehku. Ah, aku sedang banyak pikiran belakangan ini. Masalah-masalah yang sedang kuhadapi saat ini membuat makanan lezat terasa hambar, tidur menjadi tidak nyenyak, hati menjadi galau, tugas kuliah tidak kunjung terselesaikan.

Semester ini merupakan semester yang cukup sulit untukku. Dari hal akademis, tugas begitu menumpuk dan materi kuliah terasa sulit dimengerti. Meskipun sudah berusaha mengerjakan, tugas-tugas kuliah tersebut jarang ada yang selesai dengan baik, jauh dari memuaskan. Seringkali tugas dikirim di detik-detik terakhir pengumpulan tugas. Dari luar akademis, aku juga sedang mengalami masalah dengan kos-kosan yang ditempati. Sampah-sampah penghuni kosan berserakan di luar begitu saja. Jarang dibersihkan oleh penjaga kosan. Padahal aku sudah beberapa kali memberitahu bapak penjaga kosan. Bau ‘sedap’ yang muncul dari berserakannya sampah tersebut membuat kosan tidak lagi nyaman. Kalau sudah di kampus, tidak ada gairah untuk pulang ke kosan.

“Malas ah ke kosan. Lingkungannya lagi ga enak.” gerutuku dalam hati.

Bagaimanapun, masalah-masalah seperti ini kerap mengganggu. Konsentrasi belajar di kosan pun buyar. Masih ada masalah-masalah lainnya yang membuat kuliah yang kujalani makin tidak tentu arah.

Liburan semester akhirnya tiba. Suasana indahnya liburan berubah seketika saat kenyataan pahit datang: nilai kuliah semester yang baru saja dilalui hancur berantakan. IP-ku jatuh dalam. Tertera di website akademis kampusRead More »

Advertisements