Dasar-dasar Scrum dalam TILIL

Pada tulisan kali ini, saya ingin membahas dasar-dasar Scrum dalam format TILIL. Apa itu TILIL? TILIL adalah sebuah singkatan dari Tanya Itu Lagi-Itu Lagi. TILIL ini semakna dengan FAQ atau Frequently Asked Questions, pertanyaan-pertanyaan yang sama yang sering ditanyakan. Saya pertama kali mendengar singkatan ini saat saya berkuliah di S1 Fasilkom UI dulu di mata kuliah Pemrograman Sistem. Nah, di bawah ini terdapat beberapa pertanyaan plus jawabannya terkait hal-hal mendasar dari Scrum yang sering TILIL. Silakan dicek.😀

Sebenarnya apa sih Scrum itu?
Scrum adalah sebuah proses yang agile untuk menangani produk yang kompleks. Scrum memiliki proses yang berulang atau iteratif (iterative) dan bertahap (incremental) dalam menangani ketidakpastian dari pengembangan sebuah produk yang kompleks. Software adalah salah satu contoh produk yang kompleks.

Apakah Scrum sebuah metodologi?
Alih-alih sebuah metodologi, Scrum adalah sebuah framework (kerangka kerja). Scrum sebagai framework mengatur hal-hal penting dan mendasar untuk membuat proses pengembangan menjadi lebih agile. Dalam kaitannya dengan pengembangan software, kita bisa menambahkan engineering practice tertentu yang dibutuhkan di atas framework Scrum.

Apa itu agile, dan apa kaitannya dengan Scrum?
Scrum tidak dapat dipisahkan dari yang namanya agile. Agile merupakan kata sifat yang berarti cekatan, cepat, dan tangkas dan ini tersemat pada proses Scrum. Itulah mengapa kita mengatakan Scrum sebagai proses agile. Dalam pengembangan software, prinsip dan nilai agile pada Scrum mengacu ke Agile Manifesto. Silakan cek di web Agile Manifesto ya.

Apa bedanya Scrum dengan yang lain?
Scrum termasuk ke dalam keluarga proses agile. Kita bisa menemukan proses agile yang lain seperti XP (eXtreme Programming) atau Crystal. Pendekatan pengembangan, mekanisme adaptasi perubahan, nilai, dan prinsip dalam proses agile amat berbeda dibandingkan dengan proses prescriptive seperti Waterfall atau RUP (Rational Unified Process).

Siapa saja kah yang terlibat dalam Scrum?
Ada tiga peran utama yang terlibat dalam proses Scrum, yaitu Development Team, Product Owner, dan Scrum Master. Tiga peran utama ini tergabung dalam satu tim dan disebut sebagai Scrum Team. Meski tidak disebutkan secara eksplisit, peran-peran di luar Scrum Team tetap penting dan bermanfaat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses Scrum dalam organisasi.

Seperti apa sih peran Development Team?
Development team adalah tim pengembang yang melakukan pembuatan produk. Dalam konteks software, development team memberikan peningkatan software yang bertahap dari waktu ke waktu. Anggota development team tersusun dari software developer, designer, business analyst, tester, dan peran khusus lainnya yang dibutuhkan untuk mengubah requirement dalam bentuk PBI (Product Backlog Item) menjadi software. Mereka semua bekerja sebagai satu tim, berkolaborasi menyusun solusi dan saling membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan pengembangan software.

Berapa banyak jumlah anggota Development Team dalam Scrum?
Jumlah anggota development team tidaklah terlalu banyak dan juga tidaklah terlalu sedikit. Jumlah yang direkomendasikan adalah minimal 3 orang dan maksimal 9 orang. Kurang dari 3 orang, kerja sebagai tim menjadi kurang optimal. Lebih dari 9 orang, koordinasi antar anggota tim akan menjadi lebih rumit. Riweuh deh jadinya, hehe.

Apa maksudnya self-organizing pada Development Team?
Self-organizing pada tim memiliki arti bahwa tim mengatur dirinya sendiri dalam menyelesaikan tugas dan kerjaannya. Self-organizing pada development team berarti tim diberikan otonomi untuk memilih cara dan alat (tools) untuk mencapai tujuan pengembangan software. Tidak seorangpun, termasuk Scrum Master atau Product Owner, diperkenankan untuk memberitahu development team bagaimana cara mereka mengubah PBI menjadi peningkatan software.

Seperti apa sih peran Scrum Master itu?
Scrum Master merupakan seseorang yang membantu tim membangun produk dalam proses Scrum. Scrum Master memastikan praktik, nilai, dan aturan dalam Scrum diterapkan secara tepat. Lebih lanjut lagi, Scrum Master membantu memfasilitasi keputusan development team yang self-organizing dan menghapus hambatan-hambatan yang dihadapi oleh development team. Untuk organisasi, Scrum Master membantu organisasi memahami Scrum dan membuat perubahan-perubahan yang mendukung proses Scrum.

Seperti apa sih peran Product Owner itu?
Product owner adalah seseorang yang memahami nilai produk yang akan dibangun dan memaksimalkannya dalam kerja dengan development team. Product owner menjelaskan visi produk kepada development team, mengapa produk ini dibuat dan apa nilai yang diberikan dari produk tersebut. Product owner mewakili stakeholders atau klien, menyusun apa yang sebenarnya diinginkan dan dibutuhkan oleh mereka dalam bentuk requirement. Requirement tersebut selanjutnya direpresentasikan dalam PBI (Product Backlog Item). Melalui pengelolaan PBI inilah, product owner akan menyusun prioritas pengembangan berdasarkan nilai bisnis dan berkolaborasi secara aktif dengan development team dalam mengembangkan produk.

Apa itu PBI, Product Backlog, dan Sprint Backlog?
PBI atau Product Backlog Item merepresentasikan requirement yang dibutuhkan agar hadir dalam produk. PBI umumnya merupakan User Story, yaitu gambaran bagaimana pengguna melakukan sesuatu dan berinteraksi dengan produk. Selain itu, PBI bisa juga merupakan fitur, perbaikan kesalahan, atau peningkatan fitur. Kumpulan PBI secara keseluruhan disebut Product Backlog. Sedangkan beberapa PBI yang terpilih untuk dikerjakan selama sprint disebut Sprint Backlog.

Apa itu sprint? Apa saja sih hal-hal yang dilakukan selama sprint?
Sprint adalah potongan waktu pengembangan yang umumnya lamanya 2 minggu dan paling lama 4 minggu atau 1 bulan. Yang dilakukan dalam sprint tentu saja pengembangan produk untuk mencapai tujuan sprint. Nah, biar pengembangan lebih terarah, ada empat acara penting dalam Scrum, yaitu planning meeting, daily meeting, review meeting, dan retrospective meeting. Pertemuan-pertemuan tersebut dalam Scrum memiliki karakteristik yg unik dan tujuan yang penting.

Apa itu planning meeting?
Planning meeting merupakan pertemuan di awal sprint yang membahas rencana kerja selama satu sprint ke depan. Selama sesi ini, Scrum team membahas PBI (Product Backlog Item)yang dipilih selama sprint, detail dan kriterianya, hingga Definition of Done (DoD) dari setiap PBI yang dipilih. Product owner akan menjelaskan visi produk, tujuan yang ingin dicapai pada sprint kali ini, hingga detail requirement dalam suatu PBI, sedangkan development team akan memilih PBI selama satu sprint dan mengukur beban pekerjaan mereka.

Berapa lama planning meeting berlangsung?
Untuk sprint selama 4 minggu atau 1 bulan, pertemuan ini paling lama 8 jam. Untuk sprint selama 2 minggu, paling lama 4 jam.

Apa itu daily meeting?
Daily meeting merupakan pertemuan bagi development team untuk berbagi informasi sekaligus memantau kemajuan pekerjaan pengembangan. Pertemuan ini cukup singkat, paling lama 15 menit. Selama sesi ini, setiap anggota tim menjelaskan tiga hal, yaitu apa yang sudah dikerjakan sejak pertemuan sebelumnya, apa yang akan dikerjakan hingga pertemuan berikutnya, dan apa masalah atau hambatan yang dihadapi dalam pengerjaan. Dengan adanya daily meeting, tim dapat melakukan sinkronisasi kerjaan antar anggota development team, mengukur kemajuan pengembangan dan melakukan penyesuaian terhadapnya, juga meminta bantuan kepada yang lain jika menghadapi masalah.

Apa itu review meeting?
Review meeting merupakan pertemuan di akhir sprint yang membahas hasil pengembangan yang sudah dikerjakan oleh development team selama satu sprint ini. Pertemuan ini melibatkan Scrum team dan klien atau stakeholders yang terkait. Selama sesi ini, development team mendemokan PBI yang sudah mereka kerjakan dan mengumpulkan masukan dari klien atau stakeholders untuk pengembangan di sprint berikutnya.

Berapa lama review meeting berlangsung?
Untuk sprint selama 4 minggu atau 1 bulan, pertemuan ini paling lama 4 jam. Untuk sprint selama 2 minggu, paling lama 2 jam.

Apa itu retrospective meeting?
Retrospective meeting juga merupakan pertemuan di akhir sprint dan diadakan setelah review meeting. Pertemuan ini merupakan saat bagi Scrum team untuk menengok ke belakang selama satu sprint ini, meninjau proses yang dilalui dan hasil yang dicapai selama pengembangan. Retrospective meeting berguna untuk menghasilkan komitmen perbaikan untuk Scrum team dan sprint yang lebih baik ke depannya.

Berapa lama retrospective meeting berlangsung?
Untuk sprint selama 4 minggu atau 1 bulan, pertemuan ini paling lama 3 jam. Untuk sprint selama 2 minggu, paling lama 1.5 jam.

Demikian pertanyaan-pertanyaan mengenai dasar-dasar Scrum yang sering ditanyakan. Apakah kamu masih ingin menanyakan sesuatu mengenai Scrum? Silakan tanyakan di kolom komentar.😀

2 thoughts on “Dasar-dasar Scrum dalam TILIL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s