Sebuah Cerita di Pagi Cerah

Pagi hari di depok. Seperti biasa, pagi ini indah. Langit masih kelabu. Udara sekitar terasa dingin menyentuh kulit. Burung-burung terdengar riang bernyanyi. Kicauannya menemani aktifitas manusia di pagi itu.

Terlihat beberapa orang berlari kecil untuk berolahraga. Disana juga terlihat lalu lalang sedikit sepeda motor. Mereka sepertinya orang kerja kantoran yang bekerja di jakarta atau orang warungan yang pergi ke pasar untuk berbelanja. Di sisi lain, masih ada orang yang terlelap tidur di kasurnya, menikmati mimpi indahnya. Entah jam berapa mereka akan bangun.๐Ÿ˜ฆ

Aku terus berjalan menuju jalanan ke arah kampus hijau. Di sana ada menu sarapan favoritku, yaitu bubur ayam. Minumnya teh tawar hangat. Emmm, begitu nikmat rasanya di pagi yang dingin ini.

Sebenarnya kuliahku hari ini dimulai nanti jam 8 pagi teng! Tapi rencananya, aku akan berangkat ke kampus pagi-pagi sekali setelah matahari terbit.

Setelah menikmati sabu alias sarapan bubur, aku kembali ke kosan tuk bersiap-siap ke kampus. Tas sudah diisi dengan buku tulis dan laptop. Kamar kosan sudah sedikit dirapikan. Lumayan lah.:mrgreen:

Aku ke kampus dengan bersepeda. Sepeda ini aku beli sendiri dari hasil nyambi sebagai asisten dosen. Ternyata pilihanku membeli sepeda adalah pilihan tepat. Selain menyehatkan, bersepeda di pagi hari juga menyenangkan, membawa mood yang baik.๐Ÿ™‚

Aku menyusuri jalur khusus sepeda di kampus hijau. Pepohonan hijau dan rindang menemani perjalananku. Di sisi kananku, ada sebaris pepohonan dan rerumputan sepanjang jalur sepeda yang bersebelahan dengan jalan raya kampus. Di sebelah sisi kiri, terlihat banyak sekali pepohonan dan semak belukar, bahkan banyak pohon yang masih tinggi dan diameter lingkarannya lebar, yang menampilkan kesan hutan.

Aku terus mengayuh sepeda. Matahari bersinar dengan hangat. Aku suka sekali beraktivitas di pagi hari. Udaranya masih segar, belum terpolusi dengan banyak kendaraan bermotor. Pemandangan hutan hijaunya menyegarkan mata dan hati. Mood menjadi baik.

Aku pun bisa siap menghadapi perkuliahan nanti. Masih banyak waktu yang tersedia yang bisa dimanfaatkan untuk mempelajari atau sekedar mengulang materi kuliah tertentu. Harapannya IP semester ini bisa membaik dan dapat predikat cumi laut alias cum laude.๐Ÿ˜€

Jalur sepeda mulai menurun. Jalur menurun ini sampai beberapa ratus meter ke depan. Tanpa dikayuh pun sepeda mengalami pertambahan percepatan. Inilah jalur yang paling menyenangkan. Sepedaku melaju dengan kencang sekali.

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan seekor anak kucing di tikungan jalur sepeda. Gawaat! Posisinya tidak begitu jauh dariku. Anak kucing kecil dan lugu tersebut tidak tahu kalau dia dalam bahaya. Langsung saja aku banting stang sepeda ke arah kanan kucing. Yup, kucing itu selamat, tidak jadi terlindas. Tapi sepedaku menembus separator jalur sepeda dan di depanku sebuah pohon tersenyum ke diriku menyambut dengan ramah. Bruukk…

Semuanya menjadi gelap. Gelap dan sepi.

Aku membuka mata. Aku segera bangkit tapi tidak berdiri. Adrenalin masih berdenyut kencang. Ah, ternyata aku tidak mengalami luka apa-apa. Aku lihat sekeliling adalah kamar kosanku. Ah, sial. Ternyata tadi abis shubuh aku ketiduran lagi. Aku lihat jam, terpampang pukul 07.48 AM di layar hp. Tiiidaaak, waktu kuliah tidak lama lagi.

Hari ini aku rugi lagi. Semuanya menjadi tidak menyenangkan. Ya Allah, aku ingin berubah.๐Ÿ˜ฅ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri

——-

Kutek, Depok, Semester 3, 2009

picture credit to: yogasdesign.wordpress.com

6 thoughts on “Sebuah Cerita di Pagi Cerah

  1. Ayo Ardi semangat!
    Berubah itu perlu dan harus!
    Dan gak cukup dengan niat aja tapi harus action juga.
    Semangat ya, miftah jg perlu banyak berubah untuk semester depan. Banyak belahar dari semester kemarin.
    SEMANGAT!

  2. wahahaha ngena ceritanya๐Ÿ˜›
    kadang perubahan yang kita harapkan terjadi pada diri kata hanya berhenti di angan semata, tanpa realisasi..
    huff, memang butuh usaha ekstra untuk itu, tapi jangan lupa, Allah memberikan kita kekuatan yang tidak terbatas, asalkan kita percaya =)

    Mari berubah!

  3. nice short story do…๐Ÿ˜€
    jiaaah jadi itu cuma mimpi doank? ga seru ah ga seru, wkwkwkwk๐Ÿ˜€
    smangat do, berubah ke hal yg baik emg banyak godaan, perangi godaan itu, i’m sure you can do it!๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s