Lanjalan ke Tebing Keraton, Bandung

View alam yang indah dan memesona dari ketinggian sekitar 1200 mdpl. Mungkin itulah kalimat yang bisa saya tuliskan saat berkunjung ke Tebing Keraton, Bandung. Dari ketinggian tersebut, kita bisa melihat hutan yang begitu hijau. Dari kejauhan, kita bisa melihat bangunan yang tampak kecil. Saya tiba di Tebing Keraton pada sore hari. Saat itu, langit cerah dengan matahari sore yang berada di balik awan.

Udara di sana dingin namun menyejukkan. Rasanya itu daerah terdingin di Bandung yang pernah saya kunjungi. Kalau kamu mau berkunjung ke Tebing Keraton, jangan lupa bawa jaket ya. Hehe.

Oh ya, perjalanan ke sana tidaklah mudah. Mendekati Tebing Keraton, jalanan mulai lebih terjal. Dan beberapa bagian jalan masih berbatu. Jadi tetap hati-hati ya saat jalan ke sana.

In the end, it is worth to visit there. A new place, a new experience. Kesulitan di jalan akan terbayarkan saat kamu berada di atas, di Tebing Keraton, melihat dan mengagumi indahnya alam ciptaan Allah bersama udara dingin yang menyejukkan.🙂

Studi Lagi

Tahun 2015 ini, saya memutuskan mengambil kuliah lagi. Insya Allah akan lanjut ke S2 Magister Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia. Masih ingin belajar lebih lagi mengenai software, teknologi informasi, dan implementasinya dalam organisasi. Mudah-mudahan ilmu yang nanti saya pelajari bisa bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk banyak orang. Moga Allah mudahkan.

Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku, dan berilah pemahaman yang baik

Dasar-dasar Scrum dalam TILIL

Pada tulisan kali ini, saya ingin membahas dasar-dasar Scrum dalam format TILIL. Apa itu TILIL? TILIL adalah sebuah singkatan dari Tanya Itu Lagi-Itu Lagi. TILIL ini semakna dengan FAQ atau Frequently Asked Questions, pertanyaan-pertanyaan yang sama yang sering ditanyakan. Saya pertama kali mendengar singkatan ini saat saya berkuliah di S1 Fasilkom UI dulu di mata kuliah Pemrograman Sistem. Nah, di bawah ini terdapat beberapa pertanyaan plus jawabannya terkait hal-hal mendasar dari Scrum yang sering TILIL. Silakan dicek.😀

Sebenarnya apa sih Scrum itu?
Scrum adalah sebuah proses yang agile untuk menangani produk yang kompleks. Scrum memiliki proses yang berulang atau iteratif (iterative) dan bertahap (incremental) dalam menangani ketidakpastian dari pengembangan sebuah produk yang kompleks. Software adalah salah satu contoh produk yang kompleks.

Apakah Scrum sebuah metodologi?
Alih-alih sebuah metodologi, Scrum adalah sebuah framework (kerangka kerja). Scrum sebagai framework mengatur hal-hal penting dan mendasar untuk membuat proses pengembangan menjadi lebih agile. Dalam kaitannya dengan pengembangan software, kita bisa menambahkan engineering practice tertentu yang dibutuhkan di atas framework Scrum.

Apa itu agile, dan apa kaitannya dengan Scrum?
Scrum tidak dapat dipisahkan dari yang namanya agile. Agile merupakan kata sifat yang berarti cekatan, cepat, dan tangkas dan ini tersemat pada proses Scrum. Itulah mengapa kita mengatakan Scrum sebagai proses agile. Dalam pengembangan software, prinsip dan nilai agile pada Scrum mengacu ke Agile Manifesto. Silakan cek di web Agile Manifesto ya.

Apa bedanya Scrum dengan yang lain?
Scrum termasuk ke dalam keluarga proses agile. Kita bisa menemukan proses agile yang lain seperti XP (eXtreme Programming) atau Crystal. Pendekatan pengembangan, mekanisme adaptasi perubahan, nilai, dan prinsip dalam proses agile amat berbeda dibandingkan dengan proses prescriptive seperti Waterfall atau RUP (Rational Unified Process).

Siapa saja kah yang terlibat dalam Scrum?
Ada tiga peran utama yang terlibat dalam proses Scrum, yaitu Development Team, Product Owner, dan Scrum Master. Tiga peran utama ini tergabung dalam satu tim dan disebut sebagai Scrum Team. Meski tidak disebutkan secara eksplisit, peran-peran di luar Scrum Team tetap penting dan bermanfaat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses Scrum dalam organisasi.

Seperti apa sih peran Development Team?
Development team adalah tim pengembang yang melakukan pembuatan produk. Dalam konteks software, development team memberikan peningkatan software yang bertahap dari waktu ke waktu. Anggota development team tersusun dari software developer, designer, business analyst, tester, dan peran khusus lainnya yang dibutuhkan untuk mengubah requirement dalam bentuk PBI (Product Backlog Item) menjadi software. Mereka semua bekerja sebagai satu tim, berkolaborasi menyusun solusi dan saling membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan pengembangan software.

Berapa banyak jumlah anggota Development Team dalam Scrum?
Jumlah anggota development team tidaklah terlalu banyak dan juga tidaklah terlalu sedikit. Jumlah yang direkomendasikan adalah minimal 3 orang dan maksimal 9 orang. Kurang dari 3 orang, kerja sebagai tim menjadi kurang optimal. Lebih dari 9 orang, koordinasi antar anggota tim akan menjadi lebih rumit. Riweuh deh jadinya, hehe.

Apa maksudnya self-organizing pada Development Team?
Self-organizing pada tim memiliki arti bahwa tim mengatur dirinya sendiri dalam menyelesaikan tugas dan kerjaannya. Self-organizing pada development team berarti tim diberikan otonomi untuk memilih cara dan alat (tools) untuk mencapai tujuan pengembangan software. Tidak seorangpun, termasuk Scrum Master atau Product Owner, diperkenankan untuk memberitahu development team bagaimana cara mereka mengubah PBI menjadi peningkatan software.

Seperti apa sih peran Scrum Master itu?
Scrum Master merupakan seseorang yang membantu tim membangun produk dalam proses Scrum. Scrum Master memastikan praktik, nilai, dan aturan dalam Scrum diterapkan secara tepat. Lebih lanjut lagi, Scrum Master membantu memfasilitasi keputusan development team yang self-organizing dan menghapus hambatan-hambatan yang dihadapi oleh development team. Untuk organisasi, Scrum Master membantu organisasi memahami Scrum dan membuat perubahan-perubahan yang mendukung proses Scrum.Read More »

Mengenal Proses Pengembangan Software Dengan Scrum

Untuk kamu yang pernah terlibat dengan pengembangan software, entah sebagai software developer, business analyst, manager, atau bahkan klien, pernahkah mendengar istilah Scrum? Atau mungkin pernah dengar kata Agile? Jika belum pernah, sepertinya ini saatnya untuk kamu kenalan lebih dekat dengan Scrum.

Konon katanya Scrum bisa membuat proses pengembangan software menjadi lebih kolaboratif, terarah, transparan, dan juga lebih menyenangkan. Katanya juga, cara ini bisa membuat tim pengembangnya bekerja lebih efisien dan efektif dengan produktifitas yang tinggi. Kedengaran keren ya? Yuk kita simak dulu.😀

Scrum adalah sebuah proses yang agile untuk menangani produk yang kompleks. Ada dua kata kunci menarik dari definisi Scrum tersebut, yaitu proses yang agile dan produk yang kompleks. Dalam kaitannya dengan software, Scrum digunakan untuk menangani proses pengembangan software sebagai sebuah produk yang kompleks.

Software merupakan salah satu contoh dari produk kompleks. Kita bisa menemukan banyak ketidakpastian dalam pengembangan software. Pernah menghadapi requirement proyek yang suka berubah-ubah terus di tengah pengerjaan? Pernah merasa tidak familiar dengan teknologi yang digunakan dalam proyek? Atau pernah membuat fitur yang ternyata tidak sesuai dengan keinginan klien? Yup, itulah ketidakpastian dari sisi requirement maupun teknologi. Nah, Scrum sebagai proses agile berusaha menangani ketidakpastian tersebut.

Proses agile pada Scrum bersifat berulang atau iteratif (iterative) dan bertahap (incremental) untuk mengontrol ketidakpastian dan resiko pengembangan software. Proses ini membagi waktu pengembangan secara keseluruhan menjadi potongan waktu yang lebih kecil. Potongan waktu ini disebut sprint dan lama untuk satu sprint pada umumnya 2 minggu atau paling lama 4 minggu.

Mmm, jadi apa saja kegiatan yang dilakukan selama sprint berlangsung?Read More »

New Stuff: Blackberry Red z10

Paket yang dinanti-nantikan itu akhirnya datang juga. Sebuah kardus kecil yang dibungkus rapi dengan plastik. Paket itu datang dari tempat yang jauh, dari Cheung Sha Wan, Hongkong. Woogh, it’s so excited. Langsung saja saya membawa paket tersebut ke meja kerja di kantor untuk dibuka.

Ta-daa! Isi paketnya seperti yang diharapkan, yaitu sebuah hape eksklusif berwarna merah: Blackberry Red z10 atau Red z10. Alhamdulillah, ini adalah ‘bayaran’ yang lebih dari cukup dari RIM Blackberry untuk para pengembang aplikasi dalam Limited Edition Trade Up Program awal tahun 2013. Program yang dimulai di Blackberry10 Jam World Tour di Jakarta ini mendorong para pengembang aplikasi di Indonesia untuk membuat aplikasi untuk platform baru Blackberry10.

Dan inilah penampakan Red z10. o.O

starting red z10

Gambar. Penampakan Blackberry Red z10

sikremut on red z10

Gambar. Aplikasi Sikremut Kereta Komuter yang Dikembangkan dalam Blackberry Red z10

Sesaat setelah mencoba Red z10, saya merasakan pengalaman baru yang berbeda dibandingkan saat mencoba Blackberry OS 6/7 seperti tipe Curve atau Bold maupun saat mencoba hape dengan platform lain. Hape ini menggunakan beberapa jenis gesture sentuhan terhadap layar untuk melakukan beberapa aksi seperti menggeser layar, memunculkan menu, dan menutup aplikasi. Begitu mengalir. Karena menggunakan gesture sentuhan, kita tidak akan menemukan tombol back atau tombol menu secara sentuhan atau fisik di hape. Red z10 juga memiliki fitur baru yang namanya Blackberry Hub. Di Hub ini kita bisa mendapatkan push update dari BBM dan akun sosial media kamu seperti Twitter atau Facebook secara cepat dan efisien.

Menarik!😀

My Research Experience in Behavior Tree

June, 27 2012, 3113 room at Faculty of Computer Science, Universitas Indonesia, i presented my thesis work to lecturers, Drs. Yohannes Stefanus Ph.D and Prof. Heru Suhartanto Ph.D. My friends from FMSE Lab and Ultra 2008 came to see presentation. They supported me very well. That afternoon, i successfully defended my thesis arguments. I got nice discussion with my lecturers, even though i can’t answer some questions satisfactorily. They asked me philosophical questions in my research and it is not easy to explain about it to lecturers. Hahaa.😀

My thesis research is in formal method and software engineering area. I don’t think before, i will do research in this topic. I would prefer to do research in cryptography and information security area. For some reasons, i had to forget about it and search another topic. Then i did ‘random search’ to look for my thesis topic. This topic must be fun and interesting for me to do and the important thing, i need to feel research experience.Read More »

Cerita di Balik Pengembangan Aplikasi Sikremut

Sudah lama kami tidak berkumpul, berdiskusi hangat untuk suatu impian kami. Di ujung diskusi, hanya ada diam di antara kami. Memang rasanya sulit untuk menghentikan proyek yang sudah menjadi impian bersama ini. Impian untuk memberikan pelayanan informasi transportasi publik di wilayah Jabodetabek. Tapi apa boleh buat, proyek ini cukup kompleks dan memerlukan sumber daya yang tidak sedikit. Lagipula amanah yang kami pegang masing-masing makin membuat kerja dalam satu tim semakin sulit.

Proyek itu bernama Sistem Informasi Rute Transportasi Umum atau dikenal Sitrum. Sebuah proyek yang didanai dari Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) untuk menghadirkan informasi rute angkutan kota dan bus umum di Jabodetabek akhirnya berada di titik penghabisan. Tim proyek ini terdiri dari saya Ardi (IK 08), Ade Kurniawati (IK 08), Yasmin Khairina (IK 08), Andreas Senjaya (IK 07), dan sang penanggung jawab proyek, Big Zaman (IK 07). Dalam obrolan selama sekitar 1,5 jam, kami masih mencari cara mempertahankan proyek ini.

“Gimana klo kita bawa Sitrum ke kuliah PPL (Proyek Perangkat Lunak) untuk dikembangin lebih lanjut? Gw, Ardo, ama yamin kan bisa tuh. Nanti kita minta dosen biar kita bisa satu tim.” usul Ade Kurniawati.

Usulan Ade dalam obrolan itu akhirnya menjadi kesepakatan tim dan salah satu upaya untuk mimpi bersama ini. Dan ini mungkin adalah upaya terakhir yang bisa dilakukan.Read More »